Pantaukebijakan.com – Pemerintah Provinsi Jambi memperkuat langkah percepatan transformasi digital menuju 2029 melalui audiensi resmi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Senin (09/02/2026). Audiensi dipimpin Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah, bersama perwakilan delapan Diskominfo kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Pertemuan tersebut bertujuan menyinkronkan program daerah dengan target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Dalam paparannya, Ariansyah menyampaikan bahwa cakupan populasi 4G di Jambi telah mencapai 99,69 persen. Namun, pemerataan jaringan serat optik hingga tingkat desa masih menjadi tantangan, dengan capaian baru sekitar 0,72 persen.
“Capaian 4G sudah tinggi, tetapi pemerataan fiber optik ke desa masih menjadi pekerjaan besar. Ini penting sebagai fondasi menuju penguatan layanan digital dan kesiapan teknologi 5G,” ujarnya.
Ia menegaskan, fokus Pemerintah Provinsi Jambi adalah memastikan seluruh fasilitas publik—mulai dari sekolah, puskesmas, hingga kantor desa—memiliki koneksi internet yang memadai untuk mendukung pelayanan masyarakat.
Untuk menjangkau wilayah sulit, Pemprov Jambi mendorong optimalisasi pemanfaatan Satelit Multifungsi SATRIA-1. Saat ini, melalui dukungan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), telah beroperasi 545 titik akses internet dan tujuh unit BTS di Jambi.
Selain infrastruktur, Ariansyah juga memperluas implementasi Layanan Panggilan Darurat 112. Empat daerah—Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur—telah menjadi pelaksana awal, dan ditargetkan seluruh kabupaten/kota segera menyusul.
Isu lain yang menjadi perhatian adalah masih adanya desa blank spot, khususnya di Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo. Pemprov Jambi, kata Ariansyah, siap menyediakan lahan dan mempermudah perizinan, sementara pembangunan infrastruktur diharapkan didukung pemerintah pusat dan operator seluler.
Ia juga mengusulkan program Training of Trainers (ToT) Talent Digital bagi aparatur sipil negara (ASN) guna mendukung implementasi Satu Data Indonesia dan penguatan layanan publik berbasis digital.
“Transformasi digital bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan SDM. ASN harus menjadi motor penggerak birokrasi digital,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Politik Komdigi, Arnanto Nurprabowo, menyatakan apresiasi atas kekompakan tim Diskominfo se-Provinsi Jambi.
“Kami akan memberikan prioritas lebih tinggi bagi Provinsi Jambi. Sinergi provinsi dan kabupaten/kota seperti ini menunjukkan komitmen serius,” ujarnya.
Arnanto memastikan Komdigi tengah mempercepat program Universal Service Obligation (USO) melalui BAKTI dengan pemasangan ribuan VSAT di wilayah non-3T, termasuk sekolah, pondok pesantren, dan puskesmas di Jambi.
Audiensi tersebut turut dihadiri kepala Diskominfo dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Batang Hari, Kota Sungai Penuh, Kerinci, Tebo, Merangin, serta Sekretaris Diskominfo Bungo, bersama jajaran pejabat dan tenaga ahli Komdigi.
Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemprov Jambi dalam mengejar target transformasi digital 2029 dan mempersempit kesenjangan akses internet hingga ke tingkat desa. (*)