Tanpa Maladministrasi, Pemprov Jambi Peringkat 1 Nasional Penilaian Ombudsman RI 2025

Pantaukebijakan.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi meraih prestasi nasional dengan menempati peringkat 1 nasional kategori pemerintah provinsi dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia. Pemprov Jambi memperoleh Opini Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ombudsman RI kepada Gubernur Jambi Al Haris di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Penyerahan penghargaan turut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Yusril Ihza Mahendra, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, serta perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. Opini tertinggi tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemprov Jambi dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang bersih, patuh terhadap peraturan perundang-undangan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat. Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah. “Kami tentu sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas capaian ini. Ke depan, tugas kita adalah mempertahankan, karena yang menjadi objek penilaian adalah sejauh mana kita berusaha menghindari hal-hal yang menyalahi aturan,” ujar Al Haris. Ia menegaskan, Pemprov Jambi akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap aparatur sipil negara (ASN) guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Kita akan terus menata ASN agar bekerja sebaik-baiknya, mentaati aturan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya. Penilaian Ombudsman RI Tahun 2025 dilakukan secara ketat terhadap instansi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Di lingkungan Pemprov Jambi, terdapat tiga instansi utama yang menjadi objek penilaian, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Sosdukcapil), serta Dinas Kesehatan. Ketiga instansi tersebut dinilai berhasil menjalankan pelayanan secara transparan dan akuntabel, serta bebas dari praktik pungutan liar dan penundaan berlarut yang merupakan bentuk maladministrasi.Pemprov Jambi menyatakan capaian peringkat 1 nasional ini akan dijadikan motivasi untuk terus memperkuat integritas dan profesionalisme aparatur, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah daerah. (*)

Program Makan Bergizi Serap Rp177 Miliar di Jambi hingga Januari 2026

Pantaukebijakan.com – Program Makan Bergizi (MBG) menunjukkan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Hingga Januari 2026, pelaksanaan MBG di Provinsi Jambi telah menyerap anggaran sekitar Rp177 miliar. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa secara nasional BGN telah menyalurkan dana sekitar Rp19,5 triliun sepanjang Januari 2026 ke seluruh Indonesia. Dana tersebut disalurkan langsung ke virtual account Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah. “Sekitar 70 persen dana digunakan untuk pembelian bahan baku, dan 92 persennya merupakan produk pertanian. Karena itu, MBG harus menjadi penggerak ekonomi lokal,” ujar Prof. Dadan saat Konsolidasi Percepatan Penyelenggaraan Program MBG di Kantor Wali Kota Jambi, Rabu (28/1/2026). Prof. Dadan menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan rantai pasok MBG dipenuhi oleh produksi lokal. Menurutnya, jika dana MBG berputar di daerah, dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian masyarakat. Ia menjelaskan, satu SPPG membutuhkan sekitar 5 ton beras per bulan atau setara dengan 10 ton gabah kering giling dari dua hektare sawah. Dalam setahun, kebutuhan padi untuk satu SPPG mencapai sekitar 24 hektare luas panen. Untuk protein hewani, satu kali penyajian membutuhkan sekitar 3.000 butir telur, sehingga diperlukan sekitar 4.000 ayam petelur. Kebutuhan pakan ayam tersebut setara dengan produksi jagung dari sekitar 12 hektare luas tanam per tahun. Sementara itu, kebutuhan buah-buahan juga cukup besar. Sekali penyajian pisang membutuhkan sekitar 3.000 buah. Jika disajikan dua kali dalam seminggu, satu SPPG memerlukan sekitar 1.440 pohon pisang per tahun atau sekitar 1,5 hektare kebun pisang. “Jika Kota Jambi memiliki 100 SPPG, maka dibutuhkan sekitar 150 hektare kebun pisang. Jika lahannya tidak mencukupi, bisa bekerja sama dengan daerah sekitar,” kata Prof. Dadan. Dengan skala tersebut, perputaran ekonomi dari 100 SPPG di Kota Jambi diperkirakan mencapai Rp1 triliun per tahun. Sementara di tingkat Provinsi Jambi, nilainya diproyeksikan mencapai Rp4 triliun per tahun.Selain dampak ekonomi, MBG juga memberikan dampak sosial. Satu SPPG mempekerjakan sekitar 42 orang, mayoritas ibu rumah tangga berusia di atas 40 tahun, dengan pendapatan berkisar Rp2 juta hingga Rp2,4 juta per bulan. Saat ini, sekitar 22.000 SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia dan seluruhnya dibangun melalui kontribusi mitra tanpa menggunakan APBN untuk pembangunan fisik. Pada 2026, BGN akan mulai menerapkan sertifikasi dan akreditasi SPPG dengan klasifikasi A, B, dan C. Prof. Dadan menegaskan, anggaran Badan Gizi Nasional tahun 2026 mencapai Rp298 triliun, ditambah dana cadangan Rp67 triliun, sehingga total mencapai Rp335 triliun. Ia memastikan Program MBG merupakan program prioritas nasional dan tidak mengganggu anggaran pendidikan. “Program MBG ini adalah program bersama. Dengan sinergi yang kuat, dampaknya bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan semakin besar,” tutupnya. (*)

Jambi Jadi Contoh Nasional Gerakan Tanam Pohon Serentak

Pantaukebijakan.com – Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Nur Adi Wardoyo, menyatakan Provinsi Jambi layak menjadi contoh nasional dalam pelaksanaan gerakan penanaman pohon serentak. Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Penanaman Pohon Serentak se-Provinsi Jambi dalam rangka HUT ke-69 Provinsi Jambi, di Sempadan Sungai Batanghari, Desa Pematang Jering, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (28/1/2026). Nur Adi Wardoyo mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Jambi yang menjadikan peringatan hari jadi daerah sebagai momentum gerakan pelestarian lingkungan. Ia berharap kegiatan penanaman pohon tidak berhenti secara seremonial, namun terus berlanjut dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat lingkungan warga. Menurutnya, penanaman pohon secara berkelanjutan dapat menciptakan lingkungan yang hijau, bersih, sehat, serta mengurangi risiko bencana seperti banjir dan longsor. Upaya yang dilakukan Provinsi Jambi tersebut dinilai dapat menjadi contoh dan digerakkan secara serentak di seluruh Indonesia. Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH., menyampaikan bahwa gerakan penanaman pohon serentak merupakan upaya pemulihan areal yang mengalami degradasi dan kerusakan lingkungan. Bibit yang ditanam terdiri dari tanaman kayu-kayuan, tanaman penghasil hasil hutan bukan kayu, serta jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS). Gubernur Al Haris juga menyinggung berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera sebagai dampak berkurangnya tutupan hutan. Ia menegaskan pentingnya menanam dan memelihara pohon untuk menjaga fungsi lindung, hidrologis, dan tata air demi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang. Kegiatan penanaman pohon serentak ini melibatkan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, pecinta lingkungan, petani, serta pemegang perizinan berusaha di bidang kehutanan. Total bibit yang ditanam mencapai 201.274 batang dengan luas sekitar 503,2 hektar di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jambi, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, serta undangan lainnya. (*)

Gubernur Al Haris Buka Gubernur Jambi Cup 2026 di Stadion Swarnabhumi Pijoan

Pantaukebijakan.com – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Gubernur Jambi Cup 2026 di Stadion Swarnabhumi Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (14/1/2026) sore. Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi. Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris berharap kehadiran Gubernur Jambi Cup dapat melahirkan talenta-talenta sepak bola asal Jambi yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. “Dengan turnamen ini, kita berharap sepak bola Jambi semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi. Stadion Swarnabhumi ini kita bangun sebagai sarana untuk masyarakat dan pembinaan olahraga,” ujar Al Haris. Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen sepak bola dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi yang ikut ambil bagian dalam turnamen tersebut. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk melanjutkan pembangunan Stadion Swarnabhumi secara bertahap. Menurutnya, Pemprov Jambi terus mengupayakan dukungan pemerintah pusat agar pembangunan stadion dapat diselesaikan hingga memenuhi standar nasional. Salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan pusat, kata Al Haris, adalah kepemilikan klub sepak bola daerah. “Setelah stadion ini selesai, Provinsi Jambi harus memiliki klub sepak bola. Ini penting agar stadion benar-benar dimanfaatkan untuk pembinaan atlet dan kompetisi,” jelasnya. Gubernur Al Haris juga mengajak seluruh peserta turnamen menjadikan Gubernur Jambi Cup sebagai ajang silaturahmi dan menjunjung tinggi sportivitas. “Bertandinglah dengan menjunjung sportivitas. Menanglah dengan terhormat dan kalah dengan terpuji. Kalian adalah aset daerah dan generasi penerus pembangunan Provinsi Jambi,” pesannya. Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan laga ekshibisi serta rangkaian pertandingan Gubernur Jambi Cup 2026 yang akan digelar hingga babak final di Stadion Swarnabhumi Pijoan. Gubernur Al Haris menegaskan bahwa turnamen ini menjadi langkah awal pemanfaatan stadion sekaligus upaya melahirkan talenta-talenta baru sepak bola dari Provinsi Jambi. (*)

Gubernur Al Haris Terima LHP BPK, Tegaskan Komitmen Perkuat Pengelolaan Keuangan Daerah

Pantaukebijakan.com – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk memperkuat proses pengelolaan keuangan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi di Auditorium Sultan Thaha, Rabu (14/1/2026). LHP tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jambi Muhamad Toha Arafat, SE, M.Si, Ak, CA, CSFA, CFrA, GRCA, GRCP, terkait pemeriksaan kepatuhan atas kegiatan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Tahun 2024 hingga Triwulan III Tahun 2025. Selain Pemprov Jambi, laporan juga diserahkan kepada Pemerintah Kota Jambi serta Kabupaten Bungo dan Tebo. Dalam keterangannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa Pemprov Jambi akan terus memperkuat pengelolaan keuangan daerah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, penataan sistem dan prosedur kerja, serta penguatan pengawasan dan pengendalian internal. “Kami berkomitmen menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK dan membenahi hal-hal yang menjadi catatan agar pengelolaan keuangan daerah semakin akuntabel dan transparan,” ujar Al Haris. Ia juga mengapresiasi kinerja BPK yang dinilai konsisten melakukan pembinaan kepada pemerintah daerah guna meningkatkan tata kelola dan kinerja pengelolaan keuangan. Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jambi Muhamad Toha Arafat menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi pemeriksaan kepatuhan atas kegiatan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan pada Pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Tebo, serta pemeriksaan kinerja atas efektivitas upaya penuntasan tuberkulosis (TBC) Tahun Anggaran 2024 dan 2025 hingga Triwulan III pada Pemerintah Kota Jambi dan Kabupaten Bungo. Menurutnya, pemeriksaan tersebut bertujuan menilai kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban, serta menilai efektivitas upaya pemerintah daerah dalam mendukung program penuntasan TBC. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda Provinsi dan Kota Jambi, Ketua DPRD Provinsi dan Kota Jambi, serta undangan lainnya. (*)

Gubernur Al Haris Lepas Jalan Santai dan Buka Pasar Tani HUT ke-69 Provinsi Jambi

Pantaukebijakan.com – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, melepas sekaligus mengikuti kegiatan jalan santai dan membuka Pasar Tani dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026, di Lapangan Garuda Kantor Gubernur Jambi, Sabtu (10/1/2026) pagi. Kegiatan tersebut diikuti Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, Sekda Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH beserta istri, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, pejabat daerah, ASN lingkup Pemerintah Provinsi Jambi, serta ribuan masyarakat Kota Jambi. Dalam keterangannya, Gubernur Al Haris mengatakan bahwa pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam pembangunan kesehatan, termasuk dengan berpartisipasi dalam kegiatan jalan santai ini,” ujar Al Haris. Selain jalan santai, rangkaian HUT ke-69 Provinsi Jambi juga diisi dengan Pasar Tani yang diikuti oleh 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Pasar Tani tersebut menampilkan dan menjual berbagai komoditas pertanian secara langsung dari petani kepada masyarakat. Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa Pasar Tani menjadi sarana untuk memperkuat ketahanan pangan daerah serta memantau ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pertanian guna mengendalikan inflasi. “Dengan semua komoditas pertanian tersedia dan penanaman yang berkelanjutan, inflasi dapat dicegah,” katanya. Menurut Al Haris, keberagaman komoditas yang ditampilkan menunjukkan besarnya potensi pertanian Provinsi Jambi dan menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. (*)

Wagub Sani Hadiri Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 di Muaro Jambi

Pantaukebijakan.com – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 di Desa Tunas Mudo, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (8/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan di Provinsi Jambi. Panen raya dipimpin Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Mirza Mustaqim dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, serta kelompok tani setempat sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung program pangan nasional. Dalam keterangannya, Wagub Sani mengapresiasi peran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Jambi, yang dinilai aktif mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan dan kolaborasi bersama petani. “Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 ini merupakan bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional,” ujar Wagub Sani. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat agar dapat berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Sementara itu, Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Mirza Mustaqim menyampaikan bahwa panen jagung serentak dilaksanakan di 25 titik wilayah Polda Jambi dengan total luas lahan 26,3 hektare dan estimasi hasil panen sekitar 50 ton. Usai panen raya, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sosial kepada kelompok tani serta mengikuti zoom meeting Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I tingkat pusat bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (*)

Presiden Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Pangan, Gubernur Al Haris Ikuti Tasyakuran Secara Virtual

Pantaukebijakan.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan nasional dalam acara Panen Raya dan Tasyakuran Swasembada Pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Pengumuman bersejarah tersebut diikuti secara virtual oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar dari Gedung Pertemuan Kelompok Tani Usaha Sepakat, Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sebelum mengikuti acara utama, Gubernur Al Haris bersama Kapolda Jambi, perwakilan Danrem, serta unsur Forkopimda Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi turut melaksanakan Gerakan Pemupukan Padi Sawah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan syarat mutlak kemerdekaan sejati suatu bangsa. Ia menekankan Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok. “Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan saja tergantung bangsa lain. Hari ini kita buktikan, Indonesia berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya. Presiden Prabowo mengungkapkan, target swasembada pangan yang sebelumnya direncanakan tercapai dalam empat tahun, berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun. Ia memberikan penghormatan khusus kepada para petani yang dinilainya sebagai tulang punggung bangsa, serta menegaskan bahwa kesejahteraan petani harus menjadi bagian utama dari keberhasilan swasembada. Selain itu, Presiden juga menyampaikan komitmennya untuk menurunkan harga pangan, pupuk, dan benih agar terjangkau masyarakat. Ia menyebut Indonesia segera menyusul swasembada jagung, singkong, bawang putih, ikan, serta memperkuat hilirisasi dan energi berbasis pertanian. Pada kesempatan tersebut, Presiden turut memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Gubernur Jambi Al Haris menyambut positif capaian swasembada pangan nasional tersebut. Ia menegaskan Provinsi Jambi turut berkontribusi signifikan, dengan luas panen padi tahun 2025 mencapai 80,71 ribu hektare dan produksi padi sebesar 366,54 ribu ton. Panen raya ini menjadi simbol optimisme bahwa Indonesia, termasuk Provinsi Jambi, memasuki era kedaulatan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Jejak Melayu Jambi di HUT ke-69, Al Haris Anugerahkan Maestro Seni Tradisi

Pantaukebijakan.com – Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Malam Keagungan Melayu 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi, dengan menganugerahkan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) serta Anugerah Maestro Seni Tradisi kepada para pelaku budaya yang berjasa melestarikan kebudayaan Melayu Jambi. Kegiatan bertema “Kalavibhaga Sang Kala: Jejak Melayu Jambi” ini berlangsung di Taman Mini Melayu Jambi, Selasa (6/1/2026) malam. Acara tersebut dihadiri Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH, Wakil Gubernur Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, para bupati dan wali kota, Sekda Provinsi Jambi, Ketua TP PKK Provinsi Jambi, jajaran OPD, tokoh adat, budayawan, seniman, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada daerah dan para pelaku budaya yang menerima penghargaan WBTb, serta para maestro seni yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga warisan budaya Jambi. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan negara atas kontribusi nyata para pelaku budaya. “Ini adalah sejarah penting bagi Provinsi Jambi. Para maestro budaya adalah teladan bagi generasi muda agar tetap mencintai dan merawat warisan leluhur,” ujar Al Haris. Gubernur Al Haris mengungkapkan, pada Desember 2025 sebanyak sembilan tradisi dan budaya Jambi telah ditetapkan Kementerian Kebudayaan RI sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, mulai dari Kuluk Kerinci, Gandai, Krinok, hingga Bahasa Lisan Orang Rimba. Ia menegaskan, Pemprov Jambi akan terus mendorong pengusulan potensi budaya lainnya, khususnya dari wilayah pesisir. Pada kesempatan tersebut, Pemprov Jambi juga menganugerahkan Anugerah Maestro Seni Tradisi kepada Ibu Aisyah, Maestro Musik Kelintang Perunggu dari Tanjung Jabung Timur, serta Bapak Abu Bakar, Maestro Seni Tradisi Krinok dari Kabupaten Bungo, atas dedikasi panjang mereka dalam pelestarian seni tradisional.Momentum HUT ke-69 Provinsi Jambi ini turut ditandai dengan pencanangan Gerakan Jambi Berpantun yang diinisiasi Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris. Gerakan ini berhasil menghimpun 126.540 pantun dari 24.735 orang dan dibukukan dalam Bunga Rampai Pantun Melayu Jambi, sebagai upaya penguatan identitas budaya yang telah diakui UNESCO. Puncak acara ditutup dengan pagelaran seni “Kalavibhaga Sang Kala”, yang merefleksikan perjalanan peradaban Melayu Jambi dari masa Melayu Tua, Hindu-Buddha, hingga Islam. Malam Keagungan Melayu menjadi penegasan bahwa seni dan budaya bukan sekadar pertunjukan, melainkan identitas, jati diri, dan fondasi pembangunan Provinsi Jambi yang berkelanjutan.

Al Haris Launching “Jambi Elok Nian”, Budaya dan UMKM Jambi Unjuk Gigi

Pantaukebijakan.com – Gubernur Jambi Al Haris secara resmi launching program “Jambi Elok Nian” sekaligus membuka Parade Budaya Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi dan Pameran Jambi Mantap Expo, yang digelar di Taman Mini Melayu Jambi, Selasa (6/1/2026) siang. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Sekda Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa “Jambi Elok Nian” merupakan langkah strategis dalam memperkuat branding daerah yang berakar pada budaya, nilai keislaman, serta potensi pariwisata berkelanjutan. Menurutnya, program ini bukan sekadar slogan, melainkan narasi besar yang mencerminkan identitas, kekayaan alam, dan keramahan masyarakat Jambi. “Jambi Elok Nian adalah cerminan keunikan dan karakter Provinsi Jambi. Ini menjadi bagian dari upaya promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif agar semakin dikenal luas,” ujar Al Haris.Gubernur Al Haris juga menegaskan komitmen Pemprov Jambi untuk mengaktifkan Taman Mini Melayu Jambi sebagai pusat kegiatan budaya dan ekonomi masyarakat. Ke depan, seluruh anjungan kabupaten/kota akan difungsikan secara berkelanjutan melalui agenda rutin seperti bazar UMKM, pameran kuliner, serta pertunjukan seni dan budaya lokal. Ia pun mendorong para bupati dan wali kota untuk berperan aktif menghidupkan anjungan daerah sebagai etalase potensi lokal, tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga ruang ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Selain parade budaya, Jambi Mantap Expo turut digelar sebagai sarana memperlihatkan kesiapan Provinsi Jambi sebagai daerah yang terbuka, aman, dan menjanjikan bagi investasi. Expo ini menampilkan berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari UMKM, industri kreatif, pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga inovasi pelayanan publik. “Melalui expo ini, kita ingin mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas, membuka peluang investasi, serta membangun ekosistem ekonomi daerah yang sehat dan berdaya saing, tanpa meninggalkan kearifan lokal Jambi,” pungkas Al Haris.