Wagub Jambi Pastikan Harga dan Stok Pangan Stabil Jelang Iduladha

Pantaukebijakan.com – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, masih dalam kondisi stabil menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.Hal tersebut disampaikan Abdullah Sani usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata, Satgas Pangan, Bulog, serta sejumlah instansi terkait, Selasa (26/5/2026). Dalam sidak itu, Abdullah Sani meninjau langsung sejumlah komoditas penting seperti beras, minyak goreng, daging sapi, daging kerbau, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga ayam potong. “Secara umum harga kebutuhan pokok di pasar masih stabil. Memang secara nasional ada isu kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama minyak goreng, namun di Jambi masih terkendali,” kata Abdullah Sani. Ia menyebutkan, harga minyak goreng merek Minyakita di pasaran masih berada di kisaran Rp15.700 per liter. Selain itu, kondisi pasar juga terpantau aman tanpa gejolak harga yang signifikan. Untuk komoditas daging, Abdullah Sani memastikan stok masih mencukupi. Ia menjelaskan adanya variasi harga yang dipengaruhi kualitas produk yang dijual pedagang. “Daging kualitas premium berkisar Rp160 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram, sementara yang lainnya masih ada di kisaran Rp120 ribu per kilogram,” ujarnya. Sementara itu, pasokan beras juga dipastikan dalam kondisi aman, baik di tingkat pasar maupun di gudang Bulog. Abdullah Sani menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan menjelang Iduladha. Kepala Bulog Jambi, Wiwin Indratno, turut memastikan stok beras dan minyak goreng pemerintah mencukupi. Ia mengatakan pihaknya siap menyalurkan kembali pasokan ke pasar jika terjadi kekosongan. “Stok beras dan Minyakita di gudang Bulog cukup. Jika di pasar habis, setiap hari akan kami distribusikan kembali,” kata Wiwin. Pemerintah Provinsi Jambi mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan, guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.
Gubernur Al Haris Buka UKW ke-13 di Jambi, Dorong Profesionalisme Wartawan

Pantaukebijakan.com – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., secara resmi membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-13 yang diselenggarakan di Hotel Abadi Suite, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme insan pers di Provinsi Jambi. Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pelaksanaan UKW memiliki peran strategis dalam membentuk wartawan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas. Ia menilai, profesi wartawan memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa, termasuk dalam memperjuangkan kemerdekaan. “UKW ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi menjadi langkah penting untuk memperkuat kecintaan terhadap profesi serta menjunjung tinggi etika jurnalistik,” ujar Gubernur Al Haris. Gubernur Al Haris berharap, melalui UKW, para wartawan dapat semakin profesional serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat dan berimbang. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung pelaksanaan UKW secara berkelanjutan. Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan bahwa pelaksanaan UKW kali ini dilakukan secara mandiri dengan PWI Kota Jambi sebagai tuan rumah. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut berkat dukungan berbagai pihak melalui skema sponsor dan subsidi. Munir juga menjelaskan bahwa program UKW gratis yang didukung oleh Polri terus digulirkan di berbagai daerah dengan target menjangkau 10 ribu wartawan. Setelah pelaksanaan di DKI Jakarta, program ini direncanakan akan berlanjut di Kota Medan. “Wartawan yang telah mengikuti dan lulus UKW diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kode etik jurnalistik serta menyajikan informasi yang berimbang dan berbasis fakta,” katanya. Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, melaporkan bahwa UKW ke-13 diikuti oleh 22 wartawan dari berbagai platform media. Dari jumlah tersebut, 12 peserta mengikuti jenjang muda dan 10 peserta mengikuti jenjang utama. Di sisi lain, Kapolda Jambi, Krisno H. Siregar, menyampaikan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik. Ia menilai, karya jurnalistik yang disusun berdasarkan data, pengetahuan, dan itikad baik akan menghasilkan informasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. Ketua PWI Provinsi Jambi, HR Ridwan Agus, turut mengapresiasi kehadiran Ketua Umum PWI Pusat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap pelaksanaan UKW ke depan dapat diperluas hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik serta mendorong terciptanya ekosistem pers yang profesional, independen, dan bertanggung jawab di Provinsi Jambi. (*).
Jambi Percepat Pengakuan Hutan Adat, Sekda Tegaskan Komitmen Menuju 1,4 Juta Hektar Nusantara Lestari

Pantaukebijakan.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., secara resmi membuka Festival Hutan Adat Jambi yang mengusung tema “Wujudkan UU Masyarakat Adat untuk Mencapai 1,4 Juta Hektar Hutan Adat Menuju Nusantara Lestari”, Selasa (18/5/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, M.E., Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi H. Andri Yushar Andria, S.Hut., M.Si., perwakilan Dirjen Perhutanan Sosial, Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat (PKTHA) Kementerian Kehutanan RI, serta Balai Perhutanan Sosial Kampar. Dalam sambutannya, Sekda Sudirman menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam memperkuat pengakuan dan pengelolaan hutan adat sebagai bagian dari agenda strategis nasional. “Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mempercepat pengakuan hutan adat sebagai bagian dari target nasional, karena terbukti efektif menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hukum adat,” tegasnya. Sekda menambahkan, keberadaan hutan adat yang telah ditetapkan di Jambi menjadi bukti konkret bahwa masyarakat hukum adat memiliki peran sentral dalam menjaga lingkungan. “Penetapan hutan adat di Jambi menjadi bukti nyata bahwa masyarakat hukum adat adalah garda terdepan dalam menjaga lingkungan, sehingga harus diberikan ruang dan peran yang lebih kuat dalam pembangunan,” lanjutnya. Momentum Festival Hutan Adat, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi lintas pihak dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. “Melalui momentum Festival Hutan Adat, kami mendorong sinergi semua pihak agar pengelolaan hutan adat semakin berkelanjutan, sekaligus memperkuat aspek ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat adat,” ujar Sekda Sudirman. Dalam sesi wawancara dengan awak media, Sekda Sudirman mengungkapkan, perlombaan pengelolaan hutan adat ini adalah yang pertama diselenggarakan di Provinsi Jambi. “Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi dalam memberikan semangat bagi para kepala desa serta para pengelola hutan adat. Mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan ke tingkat Nasional, kita juga mengharapkan festival ini dapat memberikan kontribusi program serta kegiatan yang bermanfaat kedepannya, dan kami yakin kedepan akan banyak kegiatan yang bisa di support oleh Pemerintah Provinsi Jambi nantinya,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Andri Yushar Andria, menyampaikan bahwa festival ini merupakan langkah konkret dalam mendorong percepatan pengakuan masyarakat adat. “Festival Hutan Adat ini menjadi langkah nyata mempercepat pengakuan masyarakat adat, sekaligus mendorong tercapainya target 1,4 juta hektar hutan adat sebagai bagian dari upaya mewujudkan nusantara yang lestari,” katanya. Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelolaan hutan adat yang baik, Pemerintah Provinsi Jambi juga memberikan penghargaan kepada lembaga pengelola hutan adat terbaik tingkat provinsi. Berdasarkan hasil penilaian, peringkat pertama diraih Lembaga Pengelola Hutan Adat Dusun Baru Pelepat, Kabupaten Bungo dengan nilai 93,7. Peringkat kedua diraih Lembaga Pengelola Hutan Adat Hulu Air Lempur Lekuk Limo Puluh Tumbi, Kabupaten Kerinci dengan nilai 92,9, dan peringkat ketiga diraih Lembaga Pengelola Hutan Adat Rimbo Penghulu Depati Gento Rajo, Kabupaten Merangin dengan nilai 87,2. (*)
Belasan Ribu Pelajar Jambi Deklarasi Tolak IRET, TCC dan Bullying

Pantaukebijakan.com – GOR Kota Baru Jambi dipadati belasan ribu pelajar SMA, SMK dan SMP se-Provinsi Jambi dalam deklarasi akbar penolakan terhadap paham IRET, TCC serta aksi perundungan (bullying), Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Kombes Pol Beri Diatra, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar My. Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk mencegah berkembangnya paham IRET yang merupakan singkatan dari intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme, sekaligus menolak pengaruh TCC (True Crime Community) serta praktik bullying di lingkungan pendidikan. Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata membekali generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan. “Generasi muda Jambi harus menjadi benteng persatuan, bukan korban pengaruh radikalisme, kekerasan maupun pergaulan yang merusak masa depan. Sekolah harus menjadi tempat lahirnya karakter, toleransi dan semangat kebangsaan,” ujar Al Haris. Menurut Gubernur Al Haris, saat ini masih ditemukan kasus perundungan di sekolah, termasuk adanya anak-anak yang mulai terpengaruh komunitas menyimpang seperti TCC. Karena itu, ia mengajak seluruh pelajar untuk menjaga diri dari narkoba, kekerasan, hingga paham terorisme yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda. “Kita harus jadi anak-anak yang cinta Indonesia dan cinta tanah air. Tidak boleh ada yang anti terhadap NKRI, karena kalian adalah aset bangsa yang sangat berharga,” katanya. Gubernur Al Haris juga menegaskan bahwa tantangan generasi muda kedepan semakin berat, terutama di era digital yang membuat berbagai pengaruh negatif mudah masuk ke kehidupan remaja. “Kita harus tolak intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme. Hindari bullying di sekolah dan jangan sampai salah pergaulan,” tambahnya. Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar mengatakan ancaman radikalisme terhadap generasi muda kini semakin nyata, terutama melalui media digital dan platform daring. “Ancaman sekarang tidak lagi datang secara konvensional. Pengaruh radikalisme bisa masuk melalui media sosial, game online, bahkan ruang digital yang setiap hari diakses anak-anak kita,” ujarnya. Kapolda mengungkapkan berdasarkan data terdapat 116 anak di Indonesia yang terpapar paham radikalisme melalui media digital, termasuk lewat platform permainan daring Roblox. Ia juga menyoroti keterlibatan anak-anak dalam sejumlah kasus tindak pidana terorisme di Indonesia, termasuk peristiwa bom Surabaya yang melibatkan satu keluarga. “Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa anak-anak bisa menjadi sasaran bahkan pelaku apabila tidak mendapatkan pengawasan dan pembinaan yang tepat,” katanya. Kegiatan deklarasi berlangsung semarak dengan penampilan seni dan kreativitas para pelajar yang turut memeriahkan suasana. Pemerintah berharap deklarasi tersebut mampu memperkuat kesadaran generasi muda untuk menjaga persatuan, menjauhi kekerasan, serta menangkal pengaruh radikalisme di lingkungan pendidikan. (*).
Rabu Berkah TP PKK Jambi, Hesti Haris Hadirkan Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis

Pantaukebijakan.com – Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi kembali menggelar kegiatan Rabu Berkah di Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi, Rabu (13/05/2026). Kegiatan kali ini menghadirkan anak-anak TK CBC Mawaddah Warahmah binaan TP PKK Provinsi Jambi, serta dukungan dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Ketua TP PKK Provinsi Jambi sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris), menyampaikan bahwa kegiatan Rabu Berkah merupakan agenda rutin yang diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan edukatif untuk masyarakat. “Alhamdulillah, kegiatan Rabu Berkah hari ini diisi oleh Dharma Wanita Dinas Kesehatan Provinsi Jambi yang berbagi kepada masyarakat. Hari ini kita bersama anak-anak PAUD CBC Mawaddah Warahmah, kita sarapan bersama dan bersilaturahmi,” ujar Hesti Haris. Ia menegaskan bahwa Rabu Berkah tidak hanya menjadi ajang berbagi makanan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi serta memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pada kesempatan tersebut, masyarakat yang hadir mendapatkan penyuluhan kesehatan dari dokter ahli gizi Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. “Ke depan, setiap Rabu Berkah akan kita isi dengan informasi-informasi yang bermanfaat, karena masyarakat yang hadir di sini berasal dari berbagai latar belakang dan komunitas yang berbeda setiap minggunya,” tambahnya. Selain sarapan bersama dan penyuluhan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan layanan cek kesehatan gratis dan pengobatan gratis bagi masyarakat. Layanan tersebut difasilitasi oleh Bidang Kesehatan dan Perencanaan Sehat TP PKK Provinsi Jambi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Hesti Haris berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan menghadirkan berbagai bentuk pelayanan publik lainnya, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. “Kita ingin benar-benar melayani masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat dan Allah SWT senantiasa memberikan rahmat serta kemudahan dalam setiap urusan kita,” tutupnya. Kegiatan Rabu Berkah di Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi menjadi bukti komitmen TP PKK dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan sosial, keagamaan, dan kesehatan secara terpadu. (*)
Gubernur Al Haris Tinjau Korban Kebakaran di Tanjab Barat, Serahkan Bantuan dan Ajak Gotong Royong

Pantaukebijakan.com – Gubernur Jambi, Al Haris, turun langsung menyambangi korban kebakaran di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu (06/05/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan sekaligus memastikan kondisi warga terdampak pascakebakaran. Kunjungan itu turut didampingi Bupati dan Wakil Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat dan Katamso. Penyerahan bantuan dipusatkan di Kantor Lurah Teluk Nilau sebelum rombongan meninjau langsung lokasi kebakaran. Berdasarkan data yang dihimpun, musibah tersebut menghanguskan sekitar 100 rumah dan berdampak pada 81 kepala keluarga atau 262 jiwa. Saat ini, sebagian besar warga terpaksa mengungsi dan tinggal sementara di rumah kerabat maupun tetangga. Di lokasi, Al Haris menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi. Ia menegaskan pemerintah hadir untuk membantu serta memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. “Jumlah rumah yang terbakar cukup banyak. Warga saat ini masih tinggal di rumah keluarga. Tentu ini menjadi perhatian kita bersama karena mereka membutuhkan waktu untuk bangkit kembali,” ujarnya. Al Haris juga menekankan pentingnya percepatan penanganan, mulai dari pembersihan lokasi hingga rencana pembangunan kembali rumah warga terdampak. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten, kata dia, akan berupaya agar warga dapat segera memiliki tempat tinggal kembali. “Kami juga mengajak pihak swasta untuk ikut membantu. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar masyarakat bisa segera pulih,” tambahnya.Selain itu, ia meminta seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri hingga ASN, untuk bergotong royong membantu penanganan awal di lapangan, termasuk membersihkan sisa kebakaran dan memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau.“Kita minta tim medis turun untuk memastikan kesehatan warga, karena kondisi mereka tentu belum stabil,” katanya. Pada kesempatan tersebut, Al Haris turut mengapresiasi bantuan yang telah mengalir dari masyarakat dan relawan. Menurutnya, kepedulian bersama menjadi kunci dalam meringankan beban para korban. “Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu. Ini bentuk empati kita bersama. Jika memiliki rezeki lebih, mari kita bantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah,” tutupnya. (*)
Tinjau Warga Selango yang Terdampak Banjir, Gubernur Al Haris Beri Motivasi Agar Tetap Tegar dan Sabar serta Gelontorkan 1 ton Beras

Pantaukebijakan.com – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH turun langsung meninjau warga Desa Selango yang terdampak banjir. Dalam kunjungan itu, Gubernur Al Haris memberi motivasi agar warga tetap tegar dan sabar menghadapi musibah. Sebagai bentuk kepedulian, Pemprov Jambi juga menyalurkan bantuan 1 ton beras untuk warga Selango yang terdampak, Minggu (03/05/2026) sore. Gubernur Al Haris didepan warga menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Merangin terutama di Desa Selango. “Ini musibah yang tentu menjadi perhatian kita bersama. Selain faktor alam, kita juga harus menyadari adanya dampak dari aktivitas manusia, seperti kondisi sungai yang mulai rusak dan penebangan hutan,” ujarnya. “Musibah ini bisa jadi ujian, bisa juga peringatan bagi kita. Yang penting, kita tetap bersyukur, sabar, dan tetap tawakal,” ucapnya. “Musibah ini berat, tapi kita harus kuat. Pemerintah hadir bersama masyarakat. Tetap tegar, sabar, dan saling bantu membantu. Selain itu kita harus kompak, Saya minta kita semua kompak. Insya Allah semua bisa teratasi dan aktivitas warga kembali normal,” pinta Gubernur Al Haris. Pada kesempatan ini Gubernur Al Haris langsung membawa bantuan kebutuhan pangan, memastikan dukungan nyata untuk pemulihan pascabencana. Ia menyatakan akan membantu biaya pembangunan dua unit rumah warga yang hanyut terbawa arus banjir. “Sebagai bentuk kepedulian, Pemprov Jambi juga menyalurkan bantuan 1 ton beras untuk warga terdampak banjir di desa Selango Selain beras, tim BPBD dan Dinas Sosial juga akan membantu,” sambungnya. Gubernur Al Haris juga menjelaskan bahwa sebelumnya ia telah mengunjungi sejumlah wilayah terdampak lainnya, seperti Pulau Bayur, Rantau Limau Kapas, Desa Sakai, dan Lubuk Resam. Pemerintah, katanya, terus bergerak memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. Dalam peninjauan kali ini Gubernur Al Haris menyempatkan diri berdialog dan mendengarkan langsung keluhan warga. Turut mendampingi Gubernur Al Haris di Desa Selango Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Jambi Edi Kusmiran, Kepala BPBD Provinsi Jambi H. Bachyuni Deliansyah, S.H., M.H dan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah. (*)
Gubernur Al Haris Tinjau Banjir di Merangin, Salurkan Bantuan dan Janjikan Perahu Gratis

Pantaukebijakan.com – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, turun langsung meninjau korban banjir akibat luapan Sungai Batang Tembesi di Kecamatan Pamenang dan sekitarnya, Kabupaten Merangin. Ia menyerahkan bantuan secara simbolis serta mendengarkan keluhan dan kebutuhan masyarakat di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan, Sabtu malam (2/5/2026). Gubernur menyampaikan prihatin atas musibah banjir yang melanda Desa Pulau Bayur dan Desa Selango. “Musibah seperti ini diatur oleh Allah. Mari kita tetap sabar, berserah diri kepada-Nya, dan jadikan ini momentum introspeksi. Ini bisa jadi ujian atau peringatan. Yang penting, bersyukur, sabar, dan jaga alam bersama,” ungkapnya. Dari laporan, jembatan gantung utama putus, sementara sejumlah rumah hanyut terseret arus deras. “Saya minta Pemerintah Kabupaten Merangin segera tetapkan status tanggap darurat bencana. Dengan itu, bantuan provinsi dan pusat bisa cepat digelontorkan. Kita bagi tugas: mana yang kabupaten, mana provinsi. Kalau perlu, libatkan pusat,” tegas Gubernur Al Haris. Ia juga menyoroti faktor penyebab banjir. “Selain alam, ada dampak aktivitas manusia seperti kerusakan sungai dan penebangan hutan. Ini perhatian kita bersama,” tambahnya. Sebagai solusi sementara, Gubernur berjanji sediakan perahu penyeberangan gratis, terutama untuk anak sekolah. “Anak-anak harus tetap belajar. Sementara jembatan belum dibangun, perahu gratis akan kami sediakan,” katanya. Ke depan, provinsi dan kabupaten komitmen bangun jembatan baru yang lebih kuat, tahan banjir, dan bisa dilalui kendaraan roda empat. “Setelah ini, fokus perbaiki fasilitas umum dan rumah rusak agar masyarakat kembali normal, aman, dan nyaman,” lanjutnya. Wakil Bupati Merangin Khafid melaporkan banjir dipicu hujan lebat hampir dua hari sejak 26 April 2026, melanda beberapa kecamatan termasuk Pamenang Selatan. Di Pulau Bayur, 82 kepala keluarga terdampak, tiga rumah hanyut total, dan jembatan gantung putus menghambat akses warga, khususnya siswa. (*)