Temui Menteri PKP, Gubernur Al Haris bersama Bupati/Wali Kota Perjuangkan Kuota Perumahan untuk Jambi

Pantaukebijakan.com – Gubernur Jambi, Al Haris, bersama para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi melakukan audiensi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (23/2/2026). Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) kabupaten/kota se-Provinsi Jambi serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi. Pertemuan membahas dukungan program perumahan rakyat untuk Provinsi Jambi, termasuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), penataan kawasan kumuh, serta program rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa kebutuhan rumah layak huni di Provinsi Jambi masih cukup tinggi dan memerlukan dukungan pemerintah pusat. “Kami hadir bersama para kepala daerah untuk memastikan masyarakat Jambi mendapatkan akses program perumahan secara merata. Data kebutuhan sudah kami siapkan agar intervensi pusat tepat sasaran,” ujar Al Haris. Ia menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung pelaksanaan program melalui penyediaan data, koordinasi lintas sektor, serta pengawasan di lapangan. Menurutnya, penyediaan hunian layak akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup, kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan komitmennya untuk mendukung kebutuhan perumahan di daerah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor perumahan rakyat. “Kita akan melakukan sejumlah terobosan untuk memperluas akses pembiayaan dan subsidi perumahan, termasuk penyederhanaan skema KPR serta penguatan program BSPS,” kata Maruarar. Ia juga memaparkan beberapa strategi yang akan dioptimalkan, antara lain pemberdayaan ekonomi rumah tangga melalui kolaborasi dengan PNM Mekaar, penataan kawasan kumuh, pemerataan program rumah swadaya di seluruh kabupaten/kota, serta kemudahan akses KPR tapak dan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Menteri Maruarar mengapresiasi langkah Gubernur Al Haris yang membawa langsung para kepala daerah dan data pendukung dalam audiensi tersebut. Ia menyampaikan rencana kunjungan kerja ke Jambi usai Lebaran untuk meninjau kesiapan pelaksanaan program di lapangan. Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP juga menyebut akan melakukan kunjungan serupa ke beberapa daerah lain, termasuk Sulawesi Tengah bersama Gubernur Rusdy Mastura, guna memastikan program perumahan berjalan optimal. Turut mendampingi Gubernur Al Haris dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Kominfo, Kepala Bappeda, Plt. Kadis Perkimtan, Karo Kesra, Plt. Karo Adpim, serta Plt. Kepala Badan Penghubung Provinsi Jambi. (*)

Wagub Sani Buka Festival Arakan Sahur Tahun 2026

Pantaukebijakan.com – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, secara resmi membuka Festival Arakan Sahur Tahun 2026 Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman depan Rumah Dinas Bupati, Kuala Tungkal, Sabtu (21/2/2026) malam. Pembukaan Festival Arakan Sahur ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wagub Sani bersama Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, yang dilanjutkan dengan iring-iringan peserta festival. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti ajang tahunan yang telah menjadi tradisi masyarakat setempat tersebut. Dalam sambutan dan arahannya, Wagub Sani menyampaikan bahwa Festival Arakan Sahur merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang menjadi jembatan untuk semakin merekatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat (hablumminannas), sekaligus sebagai wadah ekspresi kreativitas. “Khususnya, ini menjadi ruang bagi generasi muda dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi Islami yang diwariskan secara turun-temurun,” ujar Wagub Sani. Ia menegaskan, di tengah arus modernisasi, kegiatan seperti Festival Arakan Sahur menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas budaya dan kearifan lokal. Menurutnya, tradisi ini merupakan media dakwah kultural yang tumbuh dari kearifan masyarakat, serta bukti bahwa nilai-nilai Islam dapat berpadu harmonis dengan budaya daerah. “Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, seluruh peserta festival, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Festival ini menjadi simbol kuat ukhuwah Islamiyah dan wujud kecintaan masyarakat terhadap syiar Ramadan serta pelestarian budaya lokal,” katanya. Wagub Sani juga berpesan agar tradisi tersebut terus dilestarikan dengan sentuhan kreativitas yang positif, sehingga warisan budaya yang sarat makna tidak hilang ditelan zaman, melainkan berkembang lebih baik, tertata, dan bermakna. Ia turut mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan selama rangkaian kegiatan berlangsung, serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadan dan kenyamanan masyarakat. Sementara itu, Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Arakan Sahur di malam-malam Ramadan 1447 Hijriah. “Kami mengapresiasi kreativitas para peserta yang semakin baik dan berkembang setiap tahunnya. Semoga kreasi dan inovasi generasi muda terus meningkat dalam melestarikan tradisi budaya kebanggaan Tanjung Jabung Barat,” ungkapnya. Menurut Bupati, selain menjadi ajang silaturahmi, festival ini juga berdampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM. “Terima kasih kepada para pelaku UMKM yang telah menyuguhkan beragam kuliner khas daerah. Kegiatan ini menjadi pemantik ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang kaki lima hingga industri rumahan,” ujarnya.Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan selama festival berlangsung agar Kuala Tungkal tetap menjadi kota yang asri, nyaman, dan tertib. (*)

Awali Safari Ramadan di Pijoan, Gubernur Al Haris: Tingkatkan Silaturahmi dan Perkuat Keimanan

Pantaukebijakan.com – Gubernur Jambi, Al Haris, resmi memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Provinsi Jambi di Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Nurusa’adah RT 14, Kelurahan Pijoan, Sabtu (21/02/2026) malam. Turut mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi Mahir, Sekda Muaro Jambi Budhi Hartono, serta Ketua Baznas Provinsi Jambi M. Amin. Hadir pula sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Jambi, di antaranya para asisten dan staf ahli Gubernur, Kepala Dinas PUPR Muzakir, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansayah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jambi, Kepala Biro PBJ Ali Zaini, Kepala Biro Kesra Amrul, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Muaro Jambi, camat, lurah, kepala desa, tokoh ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa Safari Ramadan bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memperkuat keimanan. “Safari ini kami lakukan sebagai upaya memperkuat tali silaturahim dengan masyarakat. Ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat lebih dekat kondisi masyarakat, mendengarkan langsung berbagai keluhan, serta mencari solusi atas berbagai sumbatan yang ada,” ujar Gubernur. Menurutnya, melalui Safari Ramadan, persatuan dan kebersamaan dapat semakin kokoh, baik di antara sesama masyarakat maupun antara masyarakat dan pemerintah. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan strategis. “Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi, khususnya masyarakat Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi. Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dan seluruh amalan dengan baik dan khusyuk,” tambahnya. Gubernur menjelaskan, dipilihnya Pijoan sebagai lokasi Safari Ramadan perdana bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan baru. Keberadaan pintu tol serta mulai difungsikannya Stadion Swarnabhumi menjadi faktor pendorong berkembangnya kawasan tersebut. “Insya Allah, tahun 2027 nanti pembangunan Jembatan Batanghari juga akan dimulai. Jalan Tol Jambi–Kuala Tungkal–Rengat pun akan diteruskan. Kita optimistis Pijoan akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” jelasnya. Ia menambahkan, dengan dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk stadion bertaraf regional, Pijoan diharapkan menjadi ikon olahraga sekaligus penggerak ekonomi baru di Provinsi Jambi. Sementara itu, tausiah disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudin Abdul Wahab, M.Fil.I., yang mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum memperbanyak amal ibadah sebagai ladang pahala dan pengampunan dosa. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan 20 paket sembako berupa susu dan biskuit/roti oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansayah dan Kepala Biro Kesra Provinsi Jambi Amrul melalui Program ASN Peduli Stunting. Program ini merupakan gerakan nyata Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Jambi dalam percepatan penurunan angka stunting. Usai salat Isya dan Tarawih berjamaah, Gubernur Al Haris turut menyerahkan bantuan CSR dari Bank 9 Jambi sebesar Rp20 juta dan bantuan dari Baznas Provinsi Jambi sebesar Rp5 juta kepada pengurus Masjid Nurusa’adah. Selain itu, disalurkan pula 20 paket bantuan untuk kaum dhuafa dan anak yatim dari Baznas Provinsi Jambi. (*)

Komisi II DPR RI Kunjungi Jambi, Al Haris Dorong Reformasi Total BUMD dan Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria

Pantaukebijakan.com – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH., menerima kunjungan kerja Komisi II DPR RI dalam rangka pengawasan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pembahasan tata ruang, serta penanganan konflik agraria, Jumat (20/02/2026), kegiatan berlangsung di Gedung Mahligai 9 Bank Jambi. Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, didampingi anggota Komisi II, Taufan Pawe dan Azis Subekti. Rombongan disambut Gubernur Al Haris bersama Komisaris dan Direksi Bank Jambi, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, serta para Bupati dan Walikota se-Provinsi Jambi. Dalam pertemuan tersebut, Dede Yusuf menyampaikan bahwa kunjungan kerja merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi DPR RI, khususnya dalam bidang pemerintahan daerah dan BUMD. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola BUMD agar lebih profesional, transparan, dan berbasis kinerja guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan paparan Kementerian Dalam Negeri, dari sekitar 1.200 BUMD di Indonesia, kurang dari 40 persen dinilai sehat, dan sekitar 25 persen berada dalam kondisi baik. Untuk itu, Komisi II DPR RI tengah merencanakan penyusunan Undang-Undang tentang BUMD guna memperkuat aspek regulasi dan manajerial. Selain itu, Komisi II juga menyoroti peran bank daerah dalam mendukung pembiayaan sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengelolaan BUMD, termasuk bank daerah, diharapkan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tidak terpengaruh kepentingan non profesional. Dalam pembahasan tata ruang dan agraria, Komisi II DPR RI mendorong implementasi kebijakan satu peta (One Map Policy) agar data pertanahan antarinstansi selaras dan tidak tumpang tindih. DPR RI juga telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Konflik Agraria untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanahan di daerah. Sementara itu, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam memperkuat tata kelola BUMD. “Kami menyambut baik kunjungan Komisi II DPR RI sebagai bentuk perhatian dan penguatan bagi daerah. Ini menjadi momentum evaluasi dan perbaikan agar BUMD di Jambi semakin profesional, sehat, dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap PAD,” ujarnya. Gubernur Jambi tersebut melaporkan bahwa saat ini terdapat 20 BUMD di Provinsi Jambi yang tersebar di kabupaten dan kota. Pada tingkat provinsi, terdapat dua BUMD utama, yakni Bank Jambi dan PT Jambi Indoguna Internasional. Menurutnya, kinerja Bank Jambi relatif baik dan telah menjangkau hingga pelosok daerah. Namun, dari sisi permodalan, bank tersebut belum memenuhi ketentuan modal inti Rp3 triliun sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga perlu melakukan Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jabar Banten (BJB). “Secara kinerja, Bank Jambi menunjukkan tren yang positif. Tantangan kita saat ini adalah penguatan permodalan agar mampu bersaing dan memenuhi ketentuan regulasi. Melalui skema KUB, kami berharap kapasitas dan daya saing bank daerah semakin meningkat,” tambahnya. Terkait PT Jambi Indoguna Internasional, Al Haris menjelaskan bahwa pihaknya tengah berproses untuk memperoleh Participating Interest (PI) pada sejumlah perusahaan migas, antara lain PetroChina dan Jetstone Energy, yang saat ini berada pada tahap due diligence. “Kami mohon dukungan agar proses Participating Interest ini dapat segera terealisasi. Jika berhasil, ini akan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah sekaligus memperkuat peran BUMD dalam sektor strategis,” tutup Gubernur Al Haris. Pertemuan diakhiri dengan sesi dialog antara Komisi II DPR RI dan para kepala daerah se-Provinsi Jambi guna menyerap masukan terkait pengelolaan BUMD, peningkatan PAD, serta penyelesaian persoalan tata ruang dan agraria di daerah. (*)

Pemprov Jambi Apresiasi Sinergi BAZNAS dan MUI, Dorong Pengelolaan Zakat Berbasis Syariah, Hukum, dan HAM

Pantaukebijakan.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memberikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jambi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi atas sinergi dalam penyelenggaraan kegiatan keumatan yang dinilai strategis dan berdampak langsung bagi masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., dalam kegiatan sarasehan yang mengangkat tema produktivitas lembaga berbasis fatwa, kepatuhan hukum, dan perspektif hak asasi manusia (HAM). Acara berlangsung di Ratu Hotel Jambi, Sabtu (14/02/2026) pagi. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan lembaga keagamaan menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program berjalan sesuai syariah, taat hukum, dan menjunjung nilai kemanusiaan. “Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi Jambi dan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jambi atas terselenggaranya kegiatan ini. Sinergi antara lembaga pengelola zakat dan lembaga keagamaan merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh aktivitas keumatan berjalan sesuai syariah, taat hukum, dan menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia,” ujar Abdullah Sani. Ia menegaskan, produktivitas lembaga tidak semata diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, melainkan dari kekuatan landasan fatwa, kepatuhan terhadap regulasi, serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ruh setiap kebijakan. “Fatwa memiliki peran penting sebagai pedoman moral dan normatif. Fatwa harus dipahami sebagai hasil ijtihad kolektif yang responsif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, sehingga mampu menjaga harmoni sosial dan memperkuat moderasi beragama,” katanya. Selain aspek syariah, Abdullah Sani juga menekankan pentingnya kepatuhan hukum dalam pengelolaan zakat dan kegiatan sosial keagamaan. Menurutnya, seluruh program harus berjalan sesuai peraturan perundang-undangan guna mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional. Perspektif HAM, lanjutnya, tidak dapat dipisahkan dari aktivitas keagamaan. Setiap kebijakan dan program diharapkan mempertimbangkan prinsip keadilan, kesetaraan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Jambi juga menyinggung capaian tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi pada 2025 yang berada di angka 7,19 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,25 persen. Meski demikian, upaya pengentasan kemiskinan disebut harus terus diperkuat melalui sinergi kebijakan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. “Pengelolaan zakat yang profesional dan tepat sasaran, apabila ditopang fatwa yang kokoh, kepatuhan hukum, serta perspektif HAM yang inklusif, akan membuat program tidak hanya produktif secara kuantitatif, tetapi juga bermakna secara substantif bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Abdullah Sani. Melalui sarasehan ini, Pemprov Jambi berharap lahir rekomendasi strategis yang dapat menjadi pedoman penguatan peran fatwa, harmonisasi hukum, serta internalisasi nilai-nilai HAM dalam setiap program kelembagaan ke depan. (*)

Buka Pasar Murah Serentak, Wagub Sani Dorong Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Ramadan

Pantaukebijakan.com – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, mengajak seluruh pihak meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan saat membuka Gerakan Pasar Murah Serentak Provinsi Jambi dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah, di Citraland NGK, Kota Jambi, Jumat (13/02/2026). Dalam sambutannya, Abdullah Sani menegaskan stabilitas harga bahan pokok menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah. Menurutnya, fluktuasi harga yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan ekonomi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, pemerintah pusat dan daerah memiliki tanggung jawab menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan pokok. Karena itu, ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pasar murah tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, inflasi year on year (y-on-y) Januari 2026 tercatat sebesar 3,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,98. Penyumbang utama inflasi berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sementara itu, produksi beras Januari–Desember 2025 mencapai 212,76 ribu ton atau meningkat 30,88 persen dibandingkan 2024. Potensi produksi Januari–Maret 2026 diperkirakan sebesar 57,40 ribu ton atau naik 11,21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Abdullah Sani menegaskan, kegiatan pasar murah merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Provinsi Jambi, dengan Indeks Ketahanan Pangan sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan selamat menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Semoga kegiatan ini memberi dampak positif bagi masyarakat,” katanya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyampaikan Pemerintah Kota Jambi akan menggelar pasar murah setiap pekan selama Ramadan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. “Tujuannya untuk mengendalikan inflasi dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau, khususnya bagi masyarakat kurang mampu,” ujarnya. (*)

Wagub Sani Tegaskan Komitmen Pemprov Jambi Dukung KCBN Muaro Jambi Menuju Warisan Dunia UNESCO

Pantaukebijakan.com – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung penataan dan pengusulan Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi sebagai Warisan Dunia UNESCO. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RI di Pelataran Candi Muaro Jambi Kedaton, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (11/2/2026). Dalam sambutannya, Abdullah Sani menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi X DPR RI yang dinilai sebagai bentuk perhatian nyata negara terhadap pelestarian warisan budaya nasional. “Kehadiran Komisi X DPR RI merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam pelestarian KCBN Muaro Jambi,” ujarnya. Ia menegaskan, KCBN Muaro Jambi tidak hanya memiliki nilai sejarah dan arkeologis tinggi, tetapi juga merepresentasikan identitas dan peradaban bangsa. Revitalisasi kawasan ini, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menekankan ketahanan budaya dan kontribusi Indonesia dalam peradaban dunia. Menurutnya, pelestarian KCBN Muaro Jambi harus dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek budaya, ekonomi, dan ekologi. Pemerintah Provinsi Jambi juga mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar melalui pengembangan desa wisata serta penguatan sektor pertanian, perdagangan, industri, dan pariwisata. “KCBN Muaro Jambi diharapkan kembali menjadi pusat peradaban dan pembelajaran sejarah nusantara, sekaligus memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar tanpa mengorbankan keaslian warisan budaya,” katanya. Abdullah Sani menekankan pentingnya dukungan kebijakan nasional, penguatan regulasi, serta alokasi anggaran memadai guna mendukung upaya pengusulan Muaro Jambi sebagai warisan dunia. Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan bahwa Panja Cagar Budaya terus menjalankan fungsi pengawasan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dan UU Nomor 5 Tahun 2017. Ia menilai Candi Muaro Jambi sebagai situs purbakala peninggalan abad ke-6 yang memiliki nilai sejarah luar biasa sebagai pusat pendidikan Buddha terbesar di Asia Tenggara. “Komitmen pemerintah pusat dan daerah harus diperkuat, termasuk dukungan pendanaan dan SDM, agar pelestarian Candi Muaro Jambi dapat berjalan optimal dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya. Kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan diskusi bersama pelaku budaya, tokoh adat, arkeolog, dan masyarakat setempat guna menghimpun masukan terkait pengembangan dan penataan kawasan.Pemerintah Provinsi Jambi berharap sinergi lintas sektor dapat mempercepat terwujudnya KCBN Muaro Jambi sebagai warisan budaya bangsa yang diakui dunia. (*)

Diskominfo se-Jambi Ikuti Sosialisasi Satelit Merah Putih, Dorong Akses Internet hingga Pelosok

Pantaukebijakan.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi bersama Diskominfo kabupaten/kota se-Provinsi Jambi mengikuti sosialisasi transformasi digital melalui pemanfaatan Satelit Nasional Merah Putih di Gedung Telkom Landmark Tower, Jakarta, Selasa (10/02/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas digital di Jambi, terutama untuk mengatasi wilayah blank spot di daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan internet. Rombongan Diskominfo diterima manajemen Telkomsel dan Telkomsat. Hadir dalam pertemuan tersebut Vice President LBCC Telkomsel Philipus Nanang, General Manager Telkomsat Widi Sulistyanto, Account Manager PT Telkom Nabila, serta Presales Engineer Vidiyan. Dalam pemaparan, Telkomsat memperkenalkan layanan Internet Merah Putih, yakni internet berbasis satelit broadband unlimited dengan dukungan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Layanan ini dirancang untuk menyediakan koneksi cepat dan stabil tanpa batas kuota hingga ke wilayah pelosok. General Manager Telkomsat Widi Sulistyanto menyatakan layanan tersebut dapat menjadi solusi bagi daerah yang belum terjangkau jaringan fiber optik maupun seluler. “Dengan teknologi satelit nasional, konektivitas tetap bisa hadir hingga ke daerah terluar dan terpencil,” ujarnya.Selain Internet Merah Putih, diperkenalkan pula layanan Starlink Business Service (SBS) dan solusi femtocell untuk meningkatkan kualitas jaringan komunikasi di daerah. Kepala Diskominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, menyambut positif sosialisasi tersebut. Ia menilai pemanfaatan teknologi satelit menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital daerah. “Masih ada wilayah di Jambi yang mengalami keterbatasan akses internet. Dengan solusi ini, diharapkan persoalan blank spot di kabupaten/kota dapat segera teratasi,” katanya. Menurutnya, pemerataan konektivitas digital akan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik, pengembangan ekonomi digital, sektor pendidikan, kesehatan, serta tata kelola pemerintahan berbasis elektronik. Melalui sosialisasi ini, Diskominfo Provinsi Jambi bersama seluruh Diskominfo kabupaten/kota menyatakan komitmen untuk bersinergi dengan PT Telkom Group dalam memperluas akses internet. Implementasi Satelit Nasional Merah Putih diharapkan dapat segera direalisasikan guna mempercepat transformasi digital yang inklusif di Provinsi Jambi. (*)

Jambi Tancap Gas Digitalisasi 2029, Ariansyah Sinkronkan Target Daerah dengan Komdigi RI

Pantaukebijakan.com – Pemerintah Provinsi Jambi memperkuat langkah percepatan transformasi digital menuju 2029 melalui audiensi resmi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Senin (09/02/2026). Audiensi dipimpin Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah, bersama perwakilan delapan Diskominfo kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Pertemuan tersebut bertujuan menyinkronkan program daerah dengan target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Dalam paparannya, Ariansyah menyampaikan bahwa cakupan populasi 4G di Jambi telah mencapai 99,69 persen. Namun, pemerataan jaringan serat optik hingga tingkat desa masih menjadi tantangan, dengan capaian baru sekitar 0,72 persen. “Capaian 4G sudah tinggi, tetapi pemerataan fiber optik ke desa masih menjadi pekerjaan besar. Ini penting sebagai fondasi menuju penguatan layanan digital dan kesiapan teknologi 5G,” ujarnya. Ia menegaskan, fokus Pemerintah Provinsi Jambi adalah memastikan seluruh fasilitas publik—mulai dari sekolah, puskesmas, hingga kantor desa—memiliki koneksi internet yang memadai untuk mendukung pelayanan masyarakat. Untuk menjangkau wilayah sulit, Pemprov Jambi mendorong optimalisasi pemanfaatan Satelit Multifungsi SATRIA-1. Saat ini, melalui dukungan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), telah beroperasi 545 titik akses internet dan tujuh unit BTS di Jambi. Selain infrastruktur, Ariansyah juga memperluas implementasi Layanan Panggilan Darurat 112. Empat daerah—Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur—telah menjadi pelaksana awal, dan ditargetkan seluruh kabupaten/kota segera menyusul. Isu lain yang menjadi perhatian adalah masih adanya desa blank spot, khususnya di Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo. Pemprov Jambi, kata Ariansyah, siap menyediakan lahan dan mempermudah perizinan, sementara pembangunan infrastruktur diharapkan didukung pemerintah pusat dan operator seluler. Ia juga mengusulkan program Training of Trainers (ToT) Talent Digital bagi aparatur sipil negara (ASN) guna mendukung implementasi Satu Data Indonesia dan penguatan layanan publik berbasis digital. “Transformasi digital bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan SDM. ASN harus menjadi motor penggerak birokrasi digital,” tegasnya. Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Politik Komdigi, Arnanto Nurprabowo, menyatakan apresiasi atas kekompakan tim Diskominfo se-Provinsi Jambi. “Kami akan memberikan prioritas lebih tinggi bagi Provinsi Jambi. Sinergi provinsi dan kabupaten/kota seperti ini menunjukkan komitmen serius,” ujarnya. Arnanto memastikan Komdigi tengah mempercepat program Universal Service Obligation (USO) melalui BAKTI dengan pemasangan ribuan VSAT di wilayah non-3T, termasuk sekolah, pondok pesantren, dan puskesmas di Jambi. Audiensi tersebut turut dihadiri kepala Diskominfo dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Batang Hari, Kota Sungai Penuh, Kerinci, Tebo, Merangin, serta Sekretaris Diskominfo Bungo, bersama jajaran pejabat dan tenaga ahli Komdigi. Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemprov Jambi dalam mengejar target transformasi digital 2029 dan mempersempit kesenjangan akses internet hingga ke tingkat desa. (*)

Pimpin Audiensi ke Komdigi RI, Kadis Kominfo Jambi Dorong Percepatan Internet Desa dan Pelatihan ASN

Pantaukebijakan.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah, memimpin rombongan Diskominfo kabupaten/kota se-Provinsi Jambi melakukan audiensi ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di Jakarta, Senin (09/02/2026). Audiensi tersebut diikuti perwakilan delapan Diskominfo kabupaten/kota, yakni Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Batang Hari, Kota Sungai Penuh, Kerinci, Tebo, Merangin, dan Bungo. Dari pihak Komdigi, pertemuan dihadiri Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Politik, Arnanto Nurprabowo, Ketua Tim Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi Isnaldi, Ketua Tim Start Up Digital sekaligus Plh. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Anka Raharja, PIC Supervisi Layanan BAKTI Handoko, Staf Divisi Layanan TI Pemerintah Satya Nugraha Adikara, serta sejumlah tenaga ahli menteri. Dalam audiensi tersebut, Ariansyah memaparkan kondisi riil akses internet di Provinsi Jambi yang masih menyisakan sejumlah desa blank spot, khususnya di Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo. “Masih banyak desa di Jambi yang belum tersentuh akses internet. Ini berdampak pada pembangunan digital, pendidikan, dan pelayanan publik, terutama di wilayah pedalaman,” ujarnya. Selain persoalan infrastruktur, Ariansyah juga mengusulkan pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Talent Digital bagi aparatur sipil negara (ASN) di daerah. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas SDM pemerintah daerah dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia serta layanan publik berbasis digital. Menanggapi hal itu, Arnanto Nurprabowo menyatakan Komdigi menyambut positif inisiatif Pemerintah Provinsi Jambi. Ia menyebut kunjungan langsung tersebut menunjukkan komitmen serius dalam mendorong percepatan transformasi digital di daerah. “Kami akan memprioritaskan Provinsi Jambi. Sinergi seperti ini menjadi dasar bagi kami untuk mempercepat dukungan akses internet dan pelatihan digital bagi ASN,” katanya. Arnanto menambahkan, Komdigi saat ini tengah mempercepat program Universal Service Obligation (USO) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Program tersebut menargetkan penambahan ribuan perangkat VSAT di wilayah non-3T yang dipasang di sekolah negeri, sekolah keagamaan, pondok pesantren, dan puskesmas, termasuk di Provinsi Jambi melalui usulan kementerian terkait. Audiensi ini menjadi langkah strategis bagi Provinsi Jambi dalam mempercepat pemerataan akses internet hingga tingkat desa guna mengejar ketertinggalan digital secara nasional.Ariansyah menyatakan optimistis, dengan dukungan Komdigi, Jambi dapat segera memperluas cakupan internet dan memperkuat ekosistem digital daerah. (*)